---LET'S STUDY MATHEMATIC---

welcome

welcome

Kamis, 25 Desember 2014

Teori Behavioristik

Apasih Teori Behavioristik itu?

1.      PENGERTIAN
a.       Pengertian belajar menurut pandangan Teori Behavioristik
Belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi stimulus dan respon. Menurut teori ini yang terpenting adalah masukan (input) yang berupa stimulus dan keluaran (output) yang berupa respon. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan hal penting untuk melihat terjadi tidaknya perubahan tingkah laku. Faktor yang dianggap penting yaitu penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat.

b.      Teori belajar menurut Thorndike
Menurut Thorndike (1911), belajar adalah proses interaksi antara stimulus (yang mungkin berupa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan respon (yang juga bisa berupa pikiran, perasaan, atau gerakan). Menurut Thorndike, perubahan tingkah laku boleh berwujud sesuatu yang konkret (dapat diamati) atau nonkonret (tidak dapat diamati).
c.       Teori belajar menurut Watson
Belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observable) dan dapat diukur.
d.      Teori Belajar menurut Clark Hull
Clark Hull sangat terpengaruh oleh teori evolusi Darwin sehingga ia mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul dapat bermacam-macam bentuknya.
e.       Teori Belajar menurut Edwin Guthrie
Hubungan antara stimulus dan respon cenderung hanya bersifat sementara, oleh sebab itu dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberikan stimulus agar hubungan antara stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap, maka diperlukan berbagai macam stimulus yang berhubungan dengan respon tersebut. Guthrie mengatakan hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar.
f.       Teori Belajar menurut Skinner
Hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dalam lingkungan,yang kemudian akan menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang digambarkan oleh para tokoh sebelumnya. Respons yang diberikan oleh siswa tidaklah sesederhana itu, sebab pada dasarnya setiap stimulus yang diberikan berinteraksi satu dengan yang lainnya, dan interaksi ini akhirnya memengaruhi respons yang dihasilkan. Sedangkan respons yang diberikan juga menghasilkan konsekuensi, yang akan memengaruhi tingkah laku siswa.

2.      HAL TERPENTING/ TAHAPAN-TAHAPAN
Hal Terpenting dalam Teori Behavioristik:
1.      Dalam belajar yang terpenting yaitu stimulus (input) dan respon (output)
2.      Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan hal penting untuk melihat terjadi tidaknya perubahan tingkah laku.
3.      Faktor yang dianggap penting oleh behavioristik adalah penguatan (reinforcement) baik penguatan positif maupun negative.
Menurut Para Ahli Psikologi Pendidikan bahwa pembelajaran menurut konsep behavioristik berlangsung dengan tiga langkah pokok, yaitu:
1.      Tahap Akuisisi yaitu tahap perolehan pengetahuan. Siswa belajar tentang informasi baru
2.      Tahap Retensi yaitu tahap penyimpanan (storage stage). Informasi atau keterampilan baru yang dipelajari dipraktikkan sehingga dapat mengingatnya selama periode waktu tertentu.
3.      Tahap Transfer yaitu mentransfer dalam pembelajaran yang baru.

3.      KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan:
a.       Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti kecepatan, spontanitas, kelenturan, reflex, dan daya tahan. Contoh: percakapan bahasa asing, mengetik, menari, dll.
b.      Cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi hadiah atau pujian
c.       Dapat dikendalikan melalui cara mengganti-ganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan stimulus dari luar dirinya.
Kekurangan:
a.       Tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak hal yang berkaitan dengan belajar yang tidak dapat diubah menjadi sekedar stimulus/respon
b.      Pembelajaran siswa berpusat pada guru (teacher centered learning), bersifat mekanistik, dan hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan diukur
c.       Siswa hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghapal apa yang di dengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.
d.      Pandangan behavioristik tidak sempurna, kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi siswa, walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama.
e.       Pandangan behavioristik hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati, tanpa memperhatikan adanya pengaruh pikiran dan perasaan yang mempengaruhi (tidak semua hasil belajar dapat diamati dan diukur)
f.       Mengarahkan siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif. Penguatan negative yaitu hukuman (Teori Guthrie) cenderung membatasi siswa untuk bebas berpikir dan berimajinasi.

4.      APLIKASI TEORI BEHAVIORISTIK DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
Langkah-langkah pembelajaran yang berpijak pada teori behavioristik menurut Siciati dan Prasetya Irawan (2001) yang dikutip oleh Dr. C.Asri Budiningsih (2004) meliputi:
1.      Menentukan tujuan-tujuan pembelajaran,
2.      Menganalisis lingkungan kelas yang ada saat ini termasuk mengidentifikasi pengetahuan awal (entry behavior) siswa,
3.      Menentukan materi pelajaran,
4.      Memecah materi pelajaran menjadi bagian kecil-kecil, meliputi pokok bahasan, sub pokok bahasan, topic, dsb,
5.      Menyajikan materi pelajaran,
6.      Memberikan stimulus dapat berupa: pertanyaan baik lisan maupun tertulis, tes/kuis, latihan, atau tugas-tugas,
7.      Mengamati dan mengakaji respons yang diberikan siswa,
8.      Memberikan penguatan/reinforcement (mungkin penguatan positif ataupun penguatan negative), ataupun hukuman,
9.      Memberikan stimulus baru,
10.  Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan siswa,
11.  Memberikan penguatan lanjutan atau hukuman,
12.  Evaluasi hasil belajar

DAFTAR PUSTAKA

Budiningsih,Asri. 2004. Belajar dan Pembelajaran.Jakarta : PT Rineka Cipta
Uno, Hamzah B. 2005.Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran. Gorontalo : Bumi Aksara


Tidak ada komentar:

Posting Komentar