1.
PENGERTIAN
a. Pengertian
belajar menurut pandangan Teori Behavioristik
Belajar adalah perubahan tingkah laku
sebagai akibat dari adanya interaksi stimulus dan respon. Menurut teori ini
yang terpenting adalah masukan (input) yang berupa stimulus dan keluaran (output)
yang berupa respon. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran
merupakan hal penting untuk melihat terjadi tidaknya perubahan tingkah laku.
Faktor yang dianggap penting yaitu penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula
bila respon dikurangi (negative
reinforcement) maka respon juga semakin kuat.
b. Teori
belajar menurut Thorndike
Menurut Thorndike (1911), belajar adalah
proses interaksi antara stimulus (yang mungkin berupa pikiran, perasaan, atau
gerakan) dan respon (yang juga bisa berupa pikiran, perasaan, atau gerakan).
Menurut Thorndike, perubahan tingkah laku boleh berwujud sesuatu yang konkret
(dapat diamati) atau nonkonret (tidak dapat diamati).
c. Teori
belajar menurut Watson
Belajar adalah proses interaksi antara
stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk
tingkah laku yang dapat diamati (observable)
dan dapat diukur.
d. Teori
Belajar menurut Clark Hull
Clark Hull sangat terpengaruh oleh teori
evolusi Darwin sehingga ia mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan
kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh
kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan
dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul dapat
bermacam-macam bentuknya.
e. Teori
Belajar menurut Edwin Guthrie
Hubungan antara stimulus dan respon
cenderung hanya bersifat sementara, oleh sebab itu dalam kegiatan belajar
peserta didik perlu sesering mungkin diberikan stimulus agar hubungan antara
stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap, maka diperlukan berbagai
macam stimulus yang berhubungan dengan respon tersebut. Guthrie mengatakan
hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar.
f. Teori
Belajar menurut Skinner
Hubungan antara stimulus dan respon yang
terjadi melalui interaksi dalam lingkungan,yang kemudian akan menimbulkan
perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang digambarkan oleh para tokoh
sebelumnya. Respons yang diberikan oleh siswa tidaklah sesederhana itu, sebab
pada dasarnya setiap stimulus yang diberikan berinteraksi satu dengan yang
lainnya, dan interaksi ini akhirnya memengaruhi respons yang dihasilkan.
Sedangkan respons yang diberikan juga menghasilkan konsekuensi, yang akan
memengaruhi tingkah laku siswa.
2. HAL TERPENTING/ TAHAPAN-TAHAPAN
Hal
Terpenting dalam Teori Behavioristik:
1. Dalam
belajar yang terpenting yaitu stimulus (input) dan respon (output)
2. Teori
ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan hal penting untuk
melihat terjadi tidaknya perubahan tingkah laku.
3. Faktor
yang dianggap penting oleh behavioristik adalah penguatan (reinforcement) baik penguatan positif maupun negative.
Menurut
Para Ahli Psikologi Pendidikan bahwa pembelajaran menurut konsep behavioristik
berlangsung dengan tiga langkah pokok, yaitu:
1. Tahap
Akuisisi yaitu tahap perolehan pengetahuan. Siswa belajar tentang informasi
baru
2. Tahap
Retensi yaitu tahap penyimpanan (storage stage). Informasi atau keterampilan
baru yang dipelajari dipraktikkan sehingga dapat mengingatnya selama periode
waktu tertentu.
3. Tahap
Transfer yaitu mentransfer dalam pembelajaran yang baru.
3. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan:
a. Sangat
cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang
mengandung unsur-unsur seperti kecepatan, spontanitas, kelenturan, reflex, dan
daya tahan. Contoh: percakapan bahasa asing, mengetik, menari, dll.
b. Cocok
diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang
dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan
bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi hadiah atau pujian
c. Dapat
dikendalikan melalui cara mengganti-ganti stimulus alami dengan stimulus yang
tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sementara individu
tidak menyadari bahwa ia dikendalikan stimulus dari luar dirinya.
Kekurangan:
a. Tidak
mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak hal yang
berkaitan dengan belajar yang tidak dapat diubah menjadi sekedar
stimulus/respon
b. Pembelajaran
siswa berpusat pada guru (teacher
centered learning), bersifat mekanistik, dan hanya berorientasi pada hasil
yang diamati dan diukur
c. Siswa
hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghapal apa yang di
dengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.
d. Pandangan
behavioristik tidak sempurna, kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat
emosi siswa, walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama.
e. Pandangan
behavioristik hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati,
tanpa memperhatikan adanya pengaruh pikiran dan perasaan yang mempengaruhi (tidak
semua hasil belajar dapat diamati dan diukur)
f. Mengarahkan
siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif.
Penguatan negative yaitu hukuman (Teori Guthrie) cenderung membatasi siswa
untuk bebas berpikir dan berimajinasi.
4. APLIKASI TEORI BEHAVIORISTIK DALAM PROSES
BELAJAR MENGAJAR
Langkah-langkah
pembelajaran yang berpijak pada teori behavioristik menurut Siciati dan Prasetya
Irawan (2001) yang dikutip oleh Dr. C.Asri Budiningsih (2004) meliputi:
1. Menentukan
tujuan-tujuan pembelajaran,
2. Menganalisis
lingkungan kelas yang ada saat ini termasuk mengidentifikasi pengetahuan awal
(entry behavior) siswa,
3. Menentukan
materi pelajaran,
4. Memecah
materi pelajaran menjadi bagian kecil-kecil, meliputi pokok bahasan, sub pokok
bahasan, topic, dsb,
5. Menyajikan
materi pelajaran,
6. Memberikan
stimulus dapat berupa: pertanyaan baik lisan maupun tertulis, tes/kuis,
latihan, atau tugas-tugas,
7. Mengamati
dan mengakaji respons yang diberikan siswa,
8. Memberikan
penguatan/reinforcement (mungkin penguatan positif ataupun penguatan negative),
ataupun hukuman,
9. Memberikan
stimulus baru,
10. Mengamati
dan mengkaji respons yang diberikan siswa,
11. Memberikan
penguatan lanjutan atau hukuman,
12. Evaluasi
hasil belajar
DAFTAR
PUSTAKA
Budiningsih,Asri. 2004.
Belajar dan Pembelajaran.Jakarta : PT
Rineka Cipta
Uno, Hamzah B. 2005.Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran.
Gorontalo : Bumi Aksara
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar