---LET'S STUDY MATHEMATIC---

welcome

welcome

Minggu, 17 Agustus 2014

SUMMARY JURNAL


SUMMARY
IMPLEMENTASI ALAT PERAGA OPERASI BILANGAN BULAT
BAGI GURU SEKOLAH DASAR (SD) SE-KECAMATAN ILIR BARAT I PALEMBANG

Ratu Ilma Indra Putri

Berdasarkan fenomena yang ada bahwa pelajaran matematika merupakan momok menakutkan bagi siswa sehingga banyak siswa yang menganggap matematika  itu sulit dan tidak menyukainya. Dari survey yang dilakukan Dr.Ratu Ilma di SDN di kecamatan Ilir Barat I Palembang yang terdiri dari 29 SD Negeri, meliputi 5 gugus ditemukanlah fakta bahwa penyebab masalah diatas adalah guru mengalami kendala dalam mengajarkan pembelajaran matematika terkhusus pada materi operasi bilangan bulat. Guru menyampaikan materi kepada siswa dengan tidak menarik dan tidak bermakna.

Kendala tersebut dapat diatasi jika guru dapat menguasai materi dengan baik dan memiliki media penunjang pembelajaran yaitu alat peraga. Namun disini terlihat bahwa guru belum pernah membuat alat peraga, menggunakan dalam pengajaran dan mengerti cara mengajar yang bermakna. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru yang dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Dan seorang guru haruslah memiliki 4 kemampuan tersebut dan melatihnya.

Masalah yang terjadi di 29 SD Negeri di kecamatan Ilir Barat I Palembang bahwa guru tidak bisa membuat alat peraga pada operasi bilangan bulat dan tidak dapat menggunakan alat peraga sehingga proses pembelajaran pun tidak optimal. Maka dari itu perlu adanya peningkatan kemampuan guru tentang bagaimana membuat, menggunakan hingga mengajarkan alat peraga materi operasi bilangan bulat meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Pembuatan alat peraga sangat penting dalam mengajarkan operasi bilangan bulat sehingga dapat membuat siswa lebih mengerti, senang, dan materi menjadi bermakna. Pembelajaran pun menjadi menarik dan menyenangkan. Sehingga seorang guru dituntut untuk menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif yaitu pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sehingga memerlukan sarana belajar alat peraga yang dapat membantu proses pembelajaran siswa.

Alat peraga yang baik akan membuat siswa mudah memahami konsep yang diajarkan. Materi yang abstrak dapat dipahami dengan konkrit dan realistik. Semua itu dapat terjadi jika guru mampu membuat alat peraga matematika yang murah dan bermakna, dan mampu mengajarkannya di kelas dengan baik. Bentuk alat peraganya bisa dari yang tradisional hingga teknologi canggih. Hanya saja yang terpenting bukan kecanggihan tetapi mudah dipakai dan cocok dengan konsep yang dipelajari (Zulkardi,2005:5-11)

Tujuan dari kegiatan :
a.Meningkatkan kemampuan guru dalam membuat alat peraga matematika sebagai media  pada operasi bilangan bulat yang bermakna;
b.Mencobakan alat peraga matematika yang dibuat guru di simulasi kelas

Metode kegiatan :
Peragaan, pembagian, dan pembuatan alat peraga pada operasi bilangan bulat kepada guru-guru SDN se-kecamatan Ilir Barat I Palembang

Hasil yang didapatkan :
- Selama kegiatan berlangsung 95% guru terlibat optimal dalam presentasi, diskusi, maupun simulasi menunjukkan antusiasnya guru terhadap kegiatan.
- Dari hasil evaluasi pre dan pos tes  setelah mengikuti pelatihan, kemampuan guru-guru matematika di kecamatan Ilir Barat I Palembang terdapat peningkatan dalam menggunakan alat peraga MEQIP.
- Dan dari hasil angket yang diberikan menunjukkan bahwa 100% peserta merasa sangat puas mengikuti pelatihan dan menginginkan adanya pelatihan lanjutan. 

Dari rangkaian kegiatan ini diharapkan guru-guru matematika se-kecamatan Ilir Barat I Palembang dapat mengimplementasikan alat peraga operasi bilangan bulat dalam pembelajaran di kelas masing-masing dan mengimbaskan ke sekolah lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar