SUMMARY
IMPLEMENTASI ALAT
PERAGA OPERASI BILANGAN BULAT
BAGI GURU SEKOLAH
DASAR (SD) SE-KECAMATAN ILIR BARAT I PALEMBANG
Ratu Ilma Indra Putri
Berdasarkan
fenomena yang ada bahwa pelajaran matematika merupakan momok menakutkan bagi
siswa sehingga banyak siswa yang menganggap matematika itu sulit dan tidak menyukainya. Dari survey
yang dilakukan Dr.Ratu Ilma di SDN di kecamatan Ilir Barat I Palembang yang
terdiri dari 29 SD Negeri, meliputi 5 gugus ditemukanlah fakta bahwa penyebab
masalah diatas adalah guru mengalami kendala dalam mengajarkan pembelajaran
matematika terkhusus pada materi operasi bilangan bulat. Guru menyampaikan
materi kepada siswa dengan tidak menarik dan tidak bermakna.
Kendala tersebut dapat diatasi jika guru dapat menguasai materi dengan baik dan memiliki media penunjang pembelajaran yaitu alat peraga. Namun disini terlihat bahwa guru belum pernah membuat alat peraga, menggunakan dalam pengajaran dan mengerti cara mengajar yang bermakna. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru yang dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Dan seorang guru haruslah memiliki 4 kemampuan tersebut dan melatihnya.
Masalah yang terjadi di 29 SD Negeri di kecamatan Ilir Barat I Palembang bahwa guru tidak bisa
membuat alat peraga pada operasi bilangan bulat dan tidak dapat menggunakan alat
peraga sehingga proses pembelajaran pun tidak optimal. Maka dari itu perlu adanya
peningkatan kemampuan guru tentang bagaimana membuat, menggunakan hingga
mengajarkan alat peraga materi operasi bilangan bulat meliputi penjumlahan,
pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Pembuatan alat
peraga sangat penting dalam mengajarkan operasi bilangan bulat sehingga dapat
membuat siswa lebih mengerti, senang, dan materi menjadi bermakna. Pembelajaran
pun menjadi menarik dan menyenangkan. Sehingga seorang guru dituntut untuk
menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif yaitu pembelajaran aktif,
kreatif, efektif, dan menyenangkan sehingga memerlukan sarana belajar alat
peraga yang dapat membantu proses pembelajaran siswa.
Alat peraga yang
baik akan membuat siswa mudah memahami konsep yang diajarkan. Materi yang
abstrak dapat dipahami dengan konkrit dan realistik. Semua itu dapat terjadi
jika guru mampu membuat alat peraga matematika yang murah dan bermakna, dan
mampu mengajarkannya di kelas dengan baik. Bentuk alat peraganya bisa dari yang
tradisional hingga teknologi canggih. Hanya saja yang terpenting bukan kecanggihan
tetapi mudah dipakai dan cocok dengan konsep yang dipelajari (Zulkardi,2005:5-11)
Tujuan dari kegiatan :
a.Meningkatkan kemampuan guru dalam membuat alat
peraga matematika sebagai media pada operasi bilangan bulat yang bermakna;
b.Mencobakan alat peraga matematika yang dibuat
guru di simulasi kelas
Metode kegiatan :
Peragaan, pembagian, dan pembuatan alat peraga pada operasi
bilangan bulat kepada guru-guru SDN se-kecamatan Ilir Barat I Palembang
Hasil yang didapatkan :
- Selama kegiatan berlangsung 95% guru terlibat optimal dalam
presentasi, diskusi, maupun simulasi menunjukkan antusiasnya guru terhadap
kegiatan.
- Dari hasil evaluasi pre dan pos tes setelah mengikuti pelatihan, kemampuan
guru-guru matematika di kecamatan Ilir Barat I Palembang terdapat peningkatan
dalam menggunakan alat peraga MEQIP.
- Dan dari hasil angket yang diberikan menunjukkan bahwa 100%
peserta merasa sangat puas mengikuti pelatihan dan menginginkan adanya
pelatihan lanjutan.
Dari rangkaian kegiatan ini diharapkan guru-guru matematika
se-kecamatan Ilir Barat I Palembang dapat mengimplementasikan alat peraga
operasi bilangan bulat dalam pembelajaran di kelas masing-masing dan
mengimbaskan ke sekolah lain.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar